Media (Pembodohan) Massa

photogrid_1475496882088Tindakan kasar, rusuh, merusak, seringkali media mengintepretasikan itu semua ke dalam kata “anarkis”. Padahal kalo kita sama-sama liat di KBBI, anarkis itu adalah para penganut paham Anarki(sme).

Emang ini nih kekuatan media massa, arus informasi ditransmisikan secara satu arah, kita sebagai audiens hanya berkedudukan pasif(diem) cuma menerima apa yang disampaikan media kepada kita, seperti disuntik, tapi sayang suntikan tidak melulu diisi dengan cairan baik seperti vitamin.

Di Negara kita, media lebih sering dijadikan tabung suntik untuk wadah cairan yang tidak jelas, kadang diisi dengan air kotor, kadang juga diisi dengan racun. Dari media, informasi disuntikan ke dalam kepala kita, sehingga beberapa dari kita masih ada yang otaknya pencot, mengartikan “anarkis” adalah tindakan brutal. (LOL)

Kebodohan pencaplokan kata kaya di atas itu kebanyakan dilakukan oleh media-media massa arus utama, paling sering di Televisi.

Empat paragraf pertama itu cuma basa-basi dari gua. Ini inti tulisannya, gua ngerasa beberapa tahun terakhir ini gua menemukan sebuah pola. Ya pola pembodohan yg dilakukan media tentunya.

Ga gua doang kan di bumi Indonesia ini yg nonton TV, dengerin berita di radio atau baca artikel nemuin berita-beritanya kebanyakan hal-hal negatif melulu? Gua doang? Terlebih lagi berita soal “politik”. Kita dicekokin sama berita bad-political melulu, entah kader partai yang korupsi; partai politik yang pindah koalisi; ribut kepengurusan partai politik lah. Berita yang ngelibatin partai politik selalu ditampilin yang jelek-jeleknya DOANG.

Ada apa ya? Kok media massa (entah TV, Radio bahkan internet) ngejelek-jelekin mulu kehidupan politik-pragmatis semacam partai politik dan segala hal yang berhubungan dengan partai?? Media massa di Negara ini kenapa sih?

Pernah denger-liat atau baca berita mengenai partai politik melakukan ini-itu yg baik-baik ga? Ada yang pernah?? Gua pribadi sih ngerasa ga pernah.

Gua curiga semua hal ini sebab musibabnya adalah partai-partai politik itu sendiri. Gua curiga, ini semua disengaja. Motivasinya; membuat generasi muda jijik dengan partai politik dan anti-pati(benci) dengan partai politik.

Kenapa segitu niatnya?
Demi menghambat dan menahan masuknya orang-orang berintegritas, orang-orang berkualitas dan orang-orang yg benar-benar cinta Indonesia ke partai politik.

Kita semua digiring untuk benci partai politik, dipaksa menjauhi jalur partai politik. Bila kita benar-benar sudah benci dengan kehidupan partai politik dan jauh dari jalur partai politik, hahaha maka sudah hina lah kita sebagai warga negara. Cabut aja lu dari Negera Indonesia ini bro/sis.

Negara ini ga butuh lu-lu pada yg udah kena racun dari media massa untuk benci Partai Politik. Negara ini ga butuh lu-lu pada yg terus milih berjalan di jalur gerakan alternatif. Negara ini juga ga butuh vote dari lu yg cuma lu lakuin pas pemilu doang, sis and bro. Negara ini butuh lu semua!

Apalagi kalo udah benci partai politik ditambah benci Negara juga, cabut aja lu dari Indonesia.

Lu ngerasa kerjaan partai ga ada yg beres? Ngerasa semua partai itu jahat? Ngerasa semua partai itu ga merakyat, ga berketuhanan? Itu yg namanya masalah, yg namanya MASALAH ITU DIBERESIN. Jangan ngehindar, sampah!

Semua partai di Negara ini butuh kita semua yg muda-muda. Bukan sekedar buat menuhin kuota untuk “pemetaan” suara pemilu, tapi juga buat regenerasi.

Ayo anggap partai adalah sebuah tubuh, anggota-anggota dan kader-kadernya yg ada sekarang ini kita anggap bakteri jahat yg bisanya gerogotin tubuh partai doang. Kenapa ga kita berusaha buat jadi bakteri juga? Ada kan bakteri yang baik dan ngebantu kinerja tubuh, ada kan??

Bahaya sis-bro kalo kita lepas tangan dari Negara ini; uang rakyat diatur lewat kursi-kursi eksekutif-legislatif, ada uang dari pajak motor lu, pajak tanah dan bangunan rumah lu, pajak tiap-tiap hal yg lu beli sesuatu. Di kursi-kursi itu juga ada kebijakan-peraturan sampe Undang-undang yang bisa dibuat dan dilaksanakan seenak jidat siapa pun yg duduk, lu mau nyerahin kursi itu ke orang-orang yg ga jelas tabiat dan kelakuannya? Lu mau?

Sebelum kita semua benar-benar ditenggelamkan ke lautan kebencian terhadap partai politik dan politik Negara, baiknya renungin lagi; mau ambil ancang-ancang jalan untuk megang Roda Negara di masa depan atau benar-benar lepas tangan. Hak lu.

Yang pasti semua partai kudu diselamatkan, oleh kita. Udah cukuplah partai dijadiin wahana oper lambung kursi kekuasaan dari sang Bapak ke Putra kesayangan atau dari Ibu ke Putri tercinta, pleketek!

Dominasi orang-orang yg ga ngerti kerakyatan harus dihentikan sis/bro. Yang penting inget, semua hal yang ada di media itu bukan kenyataan! Amin.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s