Lemme Introduce How To Judge People by the Cover—#3 Plegmatis

Oleh:     Holand Tri Perkasa

#3 Plegmatis—Ini segmentasi ketiga dari 4 dasar sifat manusia yang dikemukakan oleh almarhum Hipokrates dalam perspektif Psikologi, Plegmatis atau Flegmatik, ini sifat dasar atau kepribadian yang tidak sesuper si Superstar-Sanguin dan si Superior-Koleris, ini paradox dari keduanya, kita bakal masuk ke dunia pikiran si Peacemaker-Poker Face ini.

Demi menghindari kesubjektivitasan dalam pemberian informasi dan pesan kepada pembaca, penulis mencoba menempatkan diri pada posisi yang objektif, dimana penulis tetap berusaha sebagai pemberi informasi menghindari menonjolnya sisi kepribadian sang penulis, menghindari gaya pemikiran Sanguin-Koleris-Flegmatik-Melankolis meskipun sebenarnya penulis punya kepribadian di antara 4 segmentasi tersebut.

Ada beberapa alasan mengapa penulis memberi label “Peacemaker” & “Poker Face”, karena Hipokrates berpendapat bahwa para Plegmatis(Flegmatik) mempunyai karakter watak tenang, konstan, lamban, tidak mudah terpengaruh dan tabiat yang susah dirubah. Dari ketenangan diri, konstan dan lambannya bersikap, jati diri yang kuat, ini sebenarnya menandakan beberapa hal yang dimiliki oleh orang-orang dengan tipikal Plegmatis, yaitu kesadaran diri yang tinggi.

Kesadaran diri yang tinggi dimiliki para Plegmatis adalah hasil perpaduan antara kuat dan besarnya logika alam berpikir dengan peka dan hidupnya perasaan. Analogi sederhana kesadaran diri seorang Plegmatis itu sama seperti struktur atom. Paham atau tidaknya pembaca dengan struktur atom, yang pasti struktur daripada partikel atom itu terdiri dari Proton, Neutron dan Elektron. Dengan susunan sebagai berikut, Proton dan Neutron berdampingan membentuk Nucleus menjadi inti atom, dan kemesraan Proton-Neutron ini diselimuti oleh Elektron-elektron yang membentuk 2(dua) lingkaran pelindung.Atom

Atom hanya analogi sederhana bagaimana karakter dari Plegmatis. Begitu hidupnya logika dan perasaan pada Plegmatis membuat dirinya menjadi pribadi yang susah terpengaruh dan punya jati diri yang kuat. Bagaimana pun perkembangan dari si Plegmatis, seberapa besar pun ilmu dan pengetahuan yang diterimanya, dan sejauh apa pun dirinya berkembang, dirinya tahu siapa dirinya sebenarnya. Ketika logikanya sudah berkembang luas jauh dari logika awal sebelum dia berkembang, dia tahu bagaimana caranya menjaga kesadaran logika agar tidak berkembang terlalu jauh, dia masih ingat betul bagaimana keadaan awal logikanya dan tahu bagaimana caranya kembali ke logikanya yang awal walaupun sebenernya dia sudah tahu bahwa logikanya mengalami perkembangan dan mungkin sudah berubah dan berbeda dan sudah berada di lingkaran terluar (lihat gambar) dari logikanya di awal. Ini semua karena perasaannya yang hidup, logikanya tak pernah bekerja sendirian, selalu bermesraan dengan perasaannya, ini yang membuat kesadaran diri yang dimiliki para Plegmatis begitu kuat dan jati dirinya begitu kokoh.

Selain kemesraan logika-perasaan yang menghasilkan kesadaran tinggi, kemesraan ini juga melahirkan pribadi Plegmatis yang begitu peka dan mengerti perasaan orang lain, ini membuat mereka begitu mawas diri bila ingin mengeluarkan pendapat, ide atau pun gagasan-gagasan, ia begitu memperhatikan perasaan orang lain. Mereka jarang mengeluarkan ide-ide, gagasan, pendapat bahkan perasaan kepada orang lain jika ada kemungkinan melukai atau menyakiti orang lain, sedalam itu kesadaran diri yang dimiliki oleh para Plegmatis, begitulah mawasnya mereka dalam menyampaikan apa yang dirasakan dan dipikirkan, sehingga tak jarang dari mereka begitu “Pokerface” karena sifat dasarnya yang tenang cenderung terlihat tak beremosi dan tidak menampakkan perasaan serta tak tampaknya fluktuasi emosinya, ini tanda paling terlihat dari Plegmatis.

Dari sisi ke-peka-an perasaan Plegmatis ini yang membuat mereka menjadi pribadi begitu terlihat baik, begitu terasa “friendly”, karena orang-orang sekitarnya selalu diperlakukan dengan nyamannya, secara perasaan. Plegmatis tahu benar bagaimana menjaga iklim dalam berhubungan dan tahu bagaimana cara memberi perlakukan kepada individu-per individu, maka tak heran bila Plegmatis selalu menjadi pemancar “kedamaian”, ini yang membuat orang yang sifat dasarnya didominasi oleh Plegmatis(Flegmatik) pantas mendapat label “Peacemaker”, siapa yang tak merasa damai dengan pribadi yang selalu mengerti perasaan orang lain seperti ini? Sungguh damai.

Dari sifatnya mengerti bagaimana cara menjaga perasaan orang lain, tak jarang transformasi dari sifat para Peacemaker ini tak jauh dari sifat yang bahagia dan menyenangkan, bisa dibilang penghibur. Namun berbeda dengan humorisnya si Superstar-Sanguin yang ingin menjadi pusat perhatian, Plegmatis punya sifat menghibur yang natural, yang dimana mereka selalu ingin menjaga perasaan orang-orang yang berhubungan dengannya agar tetap berada di taraf nyaman dan tenang. Biasanya Plegmatis akan bereaksi dan menunjukkan sifat menyenangkannya bila ada orang yang berhubungan dengan dia yang keadaan jiwanya sedang berada di bawah garis taraf kebahagian, mungkin sakit hati atau sedang ada permasalahan, pasti Plegmatis akan bereaksi sebisa mungkin untuk menghibur orang tersebut, entah secara sadar atau pun tak sadar si Peacemaker ini melakukannya. Jadi apabila pembaca menemukan orang dengan gaya reaksi seperti ini, bisa dipastikan kemungkinan besar bahwa orang ini si Peacemaker-Plegmatis.

Begitu hidupnya perasaan dan logika dari Plegmatis bukan berarti hanya hal positif saja yang melekat pada kejiwaannya, ada kelemahan yang mengintai apabila para Peacemaker gagal mengendalikan dan menangani kesadaran dirinya ini. Logika dan perasaannya yang hidup kadang menjadi melahirkan pergejolakan dalam alam pikirnya, yang membuat dirinya begitu banyak pertimbangan dan perhitungan(bukan pelit) dalam melakukan sesuatu, ini kadang membawa dirinya menjadi pribadi yang mudah dihantui rasa takut akibat penuh pertimbangannya dia dalam melakukan sesuatu. Misalkan saja ia ingin mengutarakan perasaan atau ide mungkin juga gagasan, karena ia punya perasaan yang begitu peka dan ia mampu membayangkan dan menempatkan dirinya menjadi orang lain, logikanya pun mawas diri dengan perhitungan reaksi yang akan timbul pada individu-individu yang akan menerima ungkapan perasaan atau ide darinya.

Dari sinilah biasanya para Plegmatis sering juga memiliki sifat yang tertutup, halusnya mungkin mawas diri dalam hal mengeluarkan dan mengutarakan pendapat, perasaan, ide dan gagasan. Sehingga tak jarang beberapa teman baik dari para Plegmatis tidak mengerti dan kurang mengenal pribadi si Peacemaker ini, karena begitu diplomatisnya para Plegmatis dalam menunjukkan sikap dalam berperilaku dan berkomunikasi. Ketertutupan dirinya inilah dalam mengutarakan apa pikirannya yang membuat para Plegmatis terkesan begitu lamban dalam bersikap seperti mengambil keputusan, dan kadang banyak orang menganggap mereka adalah pribadi yang tidak mau susah dan suka mengambil jalan pintas seperti bila dalam perdebatan pengambilan keputusan, karena mendalamnya pertimbangan Plegmatis dan berat atau pun tak bisa diutarakan, mereka menjadi sering menerima dan mengambil serta menjadikan pendapat orang lain yang sudah diajukan lebih dulu sebagai keputusan, ini membuatmereka begitu terlihat tidak mau susah atau suka mengambil jalan pintas padahal tidak sama sekali.

Para Plegmatis memang cenderung bisa menguasai dirinya dengan cukup baik, introspektif adalah gayanya, memikirkan ke dalam, mampu melihat; menatap; membaca; dan memikirkan masalah-masalah yang terjadi di sekitarnya, begitu rumit memang alam pikirnya. Ini semua berkat perpaduan logika dan perasaan yang begitu mesranya di diri Plegmatis, pikirannya tidak sependek dan sedangkal si Superior-Koleris atau atau pun sok pintarnya si Superstar-Sanguin.

Jadi cara mudah menandakan mana pribadi-pribadi Peacemaker-Plegmatis diantaranya adalah,

  1. Jati diri yang kokoh, tak mudah terpengaruh
  2. Pemikir dan Perasa, hidupnya logika dan emosi
  3. Mawas mengungkapkan sesuatu, mirip Pokerface
  4. Introspektif
  5. Gaya berfikir yang rumit, ga se-sok tahu Sanguin dan ga sedangkal Koleris
  6. Cinta damai, mengalah karena rumitnya penjelasan dari pendapat/ide/perasaan yang akan disampaikannya
  7. Terlihat suka jalan mudah, padahal mengalah karena rumitnya penjelasan dari pendapat/ide/perasaan yang akan disampaikannya
  8. Friendly, tahu cara menjaga hubungan agar tetap baik seperti apa
  9. Mesin penghibur, ini hasil reaksi karena dia merasakan apa yang dirasakan orang lain
  10. Senang melihat dan mengawasi sekitar, awas mereka membaca sekitar dengan mudahnya
  11. Belas kasih dan peduli, perasaannya membawa dirinya simpati dan empati
  12. Pendengar yang baik, karena dia pribadi yang tenang, dan juga mudah tahu apa yang dirasakan orang lain
  13. Keras kepala, kadang rumitnya pemikirannya dan tak mampu ditangkap orang lain membuat dia ingin terus tetap kekeuh dengan pemikirannya, terkadang
  14. Menghindari konflik, mengalah di awal, jangan pancing ia terlibat konflik, kita tak tahu alam pikirnya sedang menyiapkan apa

Sedikit banyaknya hanya ini yang mampu penulis sampaikan tentang Plegmatis-Peacemaker, semua hasil pengalaman dan proses berfikir dengan sedikitnya sumber. Jadi pembaca tetap diharapkan tetap menjadi pribadi objektif, tetap berusaha mencari kebeneran informasi yang coba penulis sampaikan demi terciptanya pengetahuan yang objektif di antara kita. Namun tetap hindari mesin pencari Guugle, karena terlalu banyak pesan dan informasi yang anonym sumbernya dan kita tak pernah tahu maksud dari para anonym ini apa, mungkin saja para anonym ini ternyata si Plegmatis yang berusaha membuat kita semua terjebak di alam pikirnya. Wallahualam.

Selamat mencari kebenaran, tetap semangat membaca. Salam 🙂


Satu respons untuk “Lemme Introduce How To Judge People by the Cover—#3 Plegmatis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s